Tips Menghitung Kebutuhan Baterai Solar Cell Dalam Skala Hunian

Belakangan solar cell telah menjadi pilihan bijak bagi setiap anggota keluarga, terutama bagi yang baru memiliki rumah baru. Sebab solar cell ini juga bisa di pasang dalam skala hunian dengan penyimpanan cahaya menggunakan baterai. Karena menggunakan baterai, maka penting bagi anda untuk menghitung kebutuhannya. Berikut tips menghitung kebutuhan baterai solar controller charger.

Tips Menghitung Kebutuhan Kapasitas Baterai untuk Solar Cell

  1. Merancang Pendataan Daya Listrik

Langkah yang pertama yaitu dengan membuat pendataan daya listrik terlebih dahulu. Pendataan ini bisa dilakukan setiap hari dengan tabel yang terperinci. Tabel untuk pendataan daya listrik ini terdiri dari nama alat yang digunakan misalnya lampu, televisi, serika, AC, kulkas dan masih banyak yang lainnya.

Jika sudah melakukan pendataan nama alat, maka anda selanjutnya harus membuat rincian jumlah pada masing-masing alat, misalnya untuk lampu berjumlah 13. Lalu perlu juga anda mendata seberapa lama waktu yang dibutuhkan pada saat alat tersebut menyala, kebutuhan daya listriknya, dan yang terakhir membuat akumulasi total daya listrik yang dipakai per harinya.

Akan tetapi perlu untuk anda ingat, bahwa energi yang dihasilkan oleh solar cell ini tidak bisa 100 persen digunakan. Sebab pada masa transisi hingga pada alat elektronik, energi listrik pada akan menghilang sekitar 40 persen. Sehingga perlu adanya menghitung kebutuhan baterai solar cell dengan penambahan daya total pada baterai yang digunakan.

  1. Menentukan Kebutuhan Solar Cell

Agar anda bisa menentukan banyaknya kebutuhan solar panel dalam hunian anda, maka perlu dipahami dulu terkait watt peak atau WP. Jadi watt peak adalah optimalnya nominal watt tertinggi yang dihasilkan oleh solar panel. Proses photovoltaic di Indonesia sendiri akan membutuhkan waktu sekitar 5 jam saja.

Jadi bagi anda yang ingin mendapatkan daya yang diinginkan pada hunian, maka perlu untuk memakai solar panel sekitar 1.420 WP. Akan tetapi karena untuk panel surya ini dipasaran hanya dijual dengan 50 WP dan juga 100 WP. Maka alangkah baiknya untuk anda menggunakan 100 WP agar lebih ringkas.

  1. Menentukan Inventor

Perlu anda ketahui bahwa inverter adalah alat yang digunakan untuk merubah arus DC menjadi AC. Sehingga disini ada baiknya untuk anda memilih inverter yang memiliki output lebih dari 850 watt. Contohnya bisa dipilih inverter dengan jumlah output sekitar 1000 watt atau setara dengan 1 kw. Agar bisa menghitung kebutuhan baterai solar cell dengan tepat dan sesuai kebutuhan.

  1. Menentukan Kebutuhan Baterai

Biasanya ada siang hari, baterai yang ada dalam solar cell akan digunakan secara langsung. Namun disatu sisi juga tetap digunakan pengisian. Sehingga dengan begitu akan membuat malam hari tetap bisa menikmati fasilitas arus listrik dari solar panel, tanpa harus memakai jaringan dari PLN.

Namun perlu anda ingat, bahwa untuk baterai ini tidak bisa digunakan 100 persen. Sebab pada saat pengisian, maka potensi kehilangan energi bisa mencapai 5 persen. Sehingga disini harus memiliki cadangan pada hunian anda sekitar 5 persen. Cara menghitung cukup dengan daya rumah dibagi total daa 100 persen di kurangi 5. Jadi misal daya rumah 4.260 watt dibagi 95 persen hasilnya 4.484 watt.

Kemudian juga harus memilih spesifikasi baterai yang sesuai dengan kebutuhan rumah anda. Umumnya di pasaran akan di jual berbagai macam spesifikasi baterai, misalnya 12v 100Ah. Lalu cara menghitung kebutuhan baterai solar cell yaitu dengan membagi jumlah baterai dengan daya listrik dan kapasitas, sehingga akan diperoleh jumlah baterai sekitar 2,7 watt atau setara dengan 4 pcs.

 Tips Menghitung Kebutuhan Baterai Solar Cell Dalam Skala Hunian
Scroll to top